Kesiapan Pemerintah Sambut Natal dan Tahun Baru

Oleh: Ibnu Gunawan )*

Perayaan Natal bagi umat kristiani dan katolik tentu menjadi atensi tersendiri bagi pemerintah. Segala kesiapan seperti keamanan, arus lalu lintas sampai ketersediaan bahan pokok terus dijaga agar perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berjalan lancar dan sukses.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta agar seluruh kepala daerah, baik itu gubernur, Bupati dan wali kota untuk senantiasa berkoordinasi dalam membentuk Posko Pemantauan Terpadu Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Posko tersebut nantinya akan berfungsi untuk mengkoordinasikan, memfasilitasi, mengendalikan, memonitor suasana saat pelaksanaan pada saat libur Natal dan perayaan tahun baru 2019, dengan melibatkan perangkat daerah terkait.

Hal tersebut sudah tertulis dalam Surat Edaran Mendagri tentang persiapan Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Upaya tersebut antara lain bertujuan untuk meningkatkan kesiapan sarana dan prasarana dengan melakukan optimalisasi pembangunan dan perbaikan infrastruktur.

Kemudian, memastikan kesiapan sarana transportasi penumpang maupun barang, kesiapan terminal, stasiun, bandara dan pelabuhan.

Termasuk juga memastikan titik lokasi rest area dan kesiapan jaringan telekomunikasi serta ketersediaan pasokan listrik.

Selain itu, Tito juga menginstruksikan untuk melakukan pengendalian, pengawasan harga dan stok kebutuhan pokok serta bahan bakar.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengingatkan agar penegak hukum bertindak tegas dalam rangka pengamanan libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Ia meminta kepada aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap segala bentuk tindak pidana yang mengganggu perayaan Natal dan Tahun Baru sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, demi terselenggaranya perayaan Natal dan Tahun Baru yang penuh cinta dan damai.

Mantan ketua MK tersebut juga mengingatkan kepada seluruh jajaran yang bertugas agar meningkatkan kewaspadaan.

Pemerintah juga telah memetakan sejumlah potensi kerawanan saat Natal dan Tahun Baru 2020, antara lain seperti kemacetan lalu lintas, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya.

Mennurutnya, kegiatan yang sering dilakukan oleh masyarakan selama libur akhir tahun tersebut juga mempengaruhi potensi kerawanan keamanan masyarakat.

Tentu masyarakat harus waspada terhadap ancaman teror, sweeping oleh oknum tertentu maupun tindakan intoleran seperti pembakaran rumah ibadah atau blokade jalan menuju gereja, hal tersebut tentu harus diantisipasi sedini mungkin.

Pada bulan Desember ini, curah hujan di beberapa wilayah di Indonesia cukup tinggi, ancaman banjir hingga tanah longsor tentu mungkin terjadi pada musim puncak Angkutan Natal dan Tahun Baru 2019.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Perhubungan Meminta agar seluruh pemangku kepentingan kereta api terutama PT Kereta Api Indonesia (KAI) mewaspadai bencana alam seperti longsor pada musim puncak Angkutan Natal 2019 dan Tahun baru 2020.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta PT KAI dan stakeholder terkait untuk tetap waspada dan siaga akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti kesalahan teknis, longsor dan potensi musibah lainnya mengingat akhir tahun ini adalah musim hujan.

Pihaknya meminta agar tim supporting dapat berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk menyiapkan alat-alat yang setiap saat bisa diperbaiki seperti crane, dump truck di titik rawan yang bersinggungan dengan rel.

Menurutnya, penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru selalu menjadi perhatian pemerintah karena ini menejadi hajat hidup masyarakat banyak. Dengan begitu, para pemangku kebijakan transportasi utamanya operator tentu harus memberikan service yang terbaik.

Pada akhir tahun ini, PT KAI menetapkan masa angkutan Nataru selama 18 hari yaitu terhitung dari 19 Desember 2019 – 5 Januari 2020.

Pada tahun ini, pihaknya memprediksi akan ada kenaikan jumlah penumpang kereta api sebanyak 4 persen dibanding tahun 2018 atau naik dari 5.6 juta penumpang menjadi 5,9 juta penumpang.

Total perjalalan KA tahun ini juga akan ditingkatkan sebesar 2 persen, dari 394 KA di tahun 2018 menjadi 404 perjalanan KA pada tahun 2019.

Untuk menjaga keamanan para penumpang, PT KAI sudah mempersiapkan personel keamanan sebanyak 11.191 personel, yang terdiri dari 1.480 personel Polsuska, 8.761 personel security dan bantuan eksternal dari TNI Polri sebanyak 950 personel.

Peringatan Natal dan Tahun baru kali jangan sampai terganggu oleh oknum yang ingin membuat kekacauan. Dalam menjaga kondusifitas saat musim liburan, tentu masyarakat harus bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan kondusifitas selama libur Natal dan Tahun Baru 2019.

)*Penulis adalah pengamat sosial politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed