Mengapresiasi Deklarasi Mahasiswa Papua di AS Demi Kemajuan dan Keutuhan NKRI

Oleh : Sabby Kosay )*

Kepedulian terhadap bangsa Indonesia juga ditujukan oleh Diaspora asal Bumi Cenderawasih. Belum lama ini kelompok Mahasiswa asal Papua yang sedang mengenyam studi di Amerika serikat telah menggelar konferensi pertama di negeri Paman Sam. Deklarasi dilakukan guna mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
Mahaiswa Papua yang kuliah di Amerika Serikat melakukan konfrensi internasional pada 20 Desember 2019, di Los Angeles. Acara tersebut bertajuk “Golden Generation of Papua : Shine On”. Konferensi tersebut digagas oleh Forum of Papuan Youth and Scholar dan Ikatan Mahasiswa Papua di Amerika Serikat (IMAPA), dan sepenuhnya didukung oleh konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Los Angeles, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC, seluruh KJRI di Amerika Serikat serta Pemerintah Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 mahasiswa Indonesia asal Provinsi Papua dan Papua Barat yang sedang menuntut ilmu di Amerika dan Luar Amerika seperti Filiphina, Inggris dan Kanada.
Secara resmi acara tersebut dibuka dengan penabuhan Tifa (alat musik tradisional Papua) oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Mahendra Siregar, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RIM John Wempi Wetipo; yang merupakan staf khusus milenial Presiden RI, Billy Mambrasar wakil pemerintah provinsi Papua dan Papua Barat, seluruh kepala Perwakilan RI di AS, Ketua IMAPA 2017-2019 Michael Anies Labene dan Penggagas International Conference of Papuan Youth and Scholar Rini S. Mondouw.
Tercatat saat ini ada sekitar 300 mahasiswa terbaik Indonesia asal Papua dan Papua Barat yang sedang menjalani kuliah di berbagai universitas di sejumlah negara bagian AS. Mayoritas Mahasiswa tersebut merupakan penerima beasiswa yang bersumber dari dana otonomi khusus yang dikelola oleh pemprov Papua dan Papua Barat.
Konferensi tersebut bertujuan untuk membahas gagasan dan ide serta peran anak muda Papua dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi bagi percepatan pembangunan kawasan Indonesia Timur sebagaimana prioritas Pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden RI Ir Joko Widodo.
Pada ujung acara tersebut, para pemuda asal bumi cenderawasih secara bersama-sama mencetuskan “Deklarasi Generasi Emas Papua Los Angeles” Atau Deklarasi Los Angeles yang menekankan.
Berkomitmen untuk bersatu dan bersinergi dalam mewujudkan forum internasional pemuda, pelajar dan cendekiawan Tanah Papua untuk memajukan Sumber Daya Manusia Papua yang handal dalam menghadapi tantangan global serta untuk membangun Tanah Papua di segala bidang menuju Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dunia ke-4 pada tahun 2045.
Mendorong gerakan inovasi dan kreatifitas, mendorong partisipasi aktif pemerintah dan swasta dalam mendukung pemuda-pemudi Tanah Papua sehingga dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan Tanah Papua, Indonesia dan dunia secara berkelanjutan.
Berkomitmen mendorong minat dan kemampuan kewirausahaan Entrepreneure Skills pemuda Papua, untuk menjadi solusi bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi serta kemampuan soft skilss dan hard skills guna bersaing dan berdaya guna di era Revolusi Industri 4.0.
Menyerukan kepada seluruh pemuda pemudi Tanah Papua untuk tidak takut bermimpi besar dan menyampaikan ide, gagasan secara terbuka dan bekerja keras untuk merealisasikannya untuk kepentingan bangsa dan negara.
Selain itu, dalam konferensi tersebut juga menyelenggarakan program link and match dalam bentuk program magang dan rekrutmen di beberapa perusahaan Amerika Serikat dan Indonesia.
Konsul Jenderal RI di LA Saud P. Krisnawan menyatakan, penyediaan lapangan kerja merupakan gagasan KJRI Los Angeles dan menjadi salah satu tujuan penting dari pelaksanaan Konferensi sehingga membuka kesempatan bagi mahasiswa Papua setelah berhasil lulus dari studinya.
Pihaknya juga menurutkan, program link and match merupakan bagian dari upaya membangun SDM Papua yang pada gilirannya akan berperan dalam berkontribusi pada pembangunan di Tanah Papua.
Konferensi tersebu juga dilanjutkan dengan kegiatan Musyawarah Organisasi Mahasiswa (MUSORMA) IMAPA. Agenda MUSORMA IMAPA adalah membentuk secara formal organisasi kemahasiswaan Papua dan pemilihan kepengurusan baru pada tahun 2019-2021.
Organisasi IMAPA tersebut akan menjadi bagian dari Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS). Rangkaian acara tersebut ditutup dengan perayaan Natal Bersama pada 22 Desember 2019.
Konferensi tersebut diharapkan akan menjadi titik balik bagi pembangunan Indonesia khususnya di wilayah Timur. Peningkatan SDM yang handal diharapkan akan semakin memajukan Indonesia di berbagai bidang.
)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed