Pemerintah Jamin Kelancaran Pasokan BBM Libur Akhir Tahun

Oleh: Abdul Razak )*

Pemerintah menjamin ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) selama liburan akhir tahun 2019. Upaya tersebut ditempuh sebagai wujud hadirnya negara di masyarakat dan melancarkan mobilitas masyarakat yang hendak berpergian.

Untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di penghujung 2019, Pertamina telah membentuk satuan tugas (satgas) yang bertugas sejak tanggal 18 Desember 2020 dan tambah stok BBM serta LPG.

Hal tersebut menurut Pertamina Marketing Operation Region V – Jatim, Bali, Nusa Tenggara merupakan strategi untuk mengoptimalkan penyaluran kebutuhan energi selama libur Natal dan Tahun Baru.

Menurutnya, Tim Satgas tersebut akan berperan khusus dalam memantau dan mengkoordinasikan penyaluran BBM dan LPG mulai dari penguatan stok, kelancaran distribusi di jalan raya, hingga pemantauan kondisi di lapangan.

Sebelumnya, pihak pertamina juga telah melakukan penambahan stok di seluruh fuel Terminal Pertamina untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi, mulai pada 1 Januari 2019. PT Pertamina memproyeksikan, konsumsi BBM jenis gasline mencapai 28.000 kilometer perhari.

Untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), Pertamina menyiapkan berbagai fasilitas selama masa libur panjang akhir tahun 2019 ini.

Dalam upaya peningkatan pelayanan. Pertamina menyiapkan Pertamina Delivery Services (PDS) yang menyediakan BBM kemasan. Posisinya ada di Merak, Tol Jalarta-Cikampek-Cipali Mulai Km 42 sampai Km 130.

Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Pertamina memiliki tugas untuk mendistribusikan kecukupan energi lapangan, Pertamina melayani untuk pelayanan ekstra bagi pelanggan pertamina.

Pertamina juga memiliki pelayanan ekstra dan Pemerintah dan Berbagi tentang seputar energi dan tim contack center kerta aktifasi Corporate Social Responsibility CSR.

Selain itu Pertamina juga mengedukasi dan Berbagi adalah bentuk krontribusi tambahan Pertamina bagi masyarakat, edukasi ini merupakan bentuk Pertamina untuk terus meningkatkan masyarakat untuk selalu menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan, kampanye keselamatan dan memanfaatkan Call Center Pertamina 135 serta media lainnya.

Pada kesempatan berbeda Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Arifin Tasrif memastikan bahwa stok bahan bakar minyak atau BBM di sejumlah wilayah yang menjadi pusat perayaan hari raya Natal, seperti misalnya di Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara.

Pihaknya mengakut bahwa Pertamina telah memprioritaskan wilayah-wilayah tersebut agar bisa mendapatkan alokasi pasokan BBM yang lebih dirpioritaskan.

Secara menyeluruh, Arifin memastikan bahwa kecukupan stok BBM yang dimiliki pemerintah saat ini cukup memadai, dan mampu mengakomodir kebutuhan BBM di seluruh wilayah Indonesia pada musim Natal dan tahun barui kali ini.

Sebelumnya, Fajriyah Usman selaku Vice President Corporate Communication Pertamina menjelaskan, bahwa stok BBM secara nasional mencapai 25 hari, sedangkan stok LPG 15 hari. Menurutnya angka tersebut cenderung dinamis dan mengikuti tren peningkatan menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

Selain keamanan stok, Fajriyah juga menurutkan beberapa produk BBM diantarnya seperti avtur dan solar bahkan dalam kondisi surplus. Hal tersebut tak lepas dari dukungan suplai minyak mentah domestik dari KKKS yang beroperasi di Indonesia, sehingga ketahanan kilang semakin meningkat.

Pertamina tercatat memiliki infrastruktur energi yang luas hingga pelosok negeri. Dengan 1112 TBBM, 9.677 Kilometer jalur pipa, kurang lebih 10.000 mobil tangki dan 6.781 SPBU di seluruh Indonesia.

Kesiapan jelang akhir tahun ditunjukkan oleh Pertamina dengan memiliki jaringan infrastruktur yang lengkap untuk distribusi. Lalu ada juga skema distribusi regulerm alternatif dan emergency untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat Indonesia.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan gas Bumi atau BPH Migas yang memprediksi kebutuhan bahan bakar atau BBM pada momentum hari raya Natal dan Tahun Baru 2019-2020, sekitar 2.289,6 kiloliter.

Kepala BPH Migas, Fasnshurullah Asa menjelaskan, kebutuhan sebesar itu dengan asumsi perhitungan kebutuhan BBM sejak H-7 Natal hingga H+14 tahun baru 2020.

Dirinya juga telah memberikan kepastian bahwa BPH Migas telah siap untuk menjadi koordinator, dari posko penyediaan dan pendistribusian BBM di momentum Natal dan Tahun Baru 2020 ini.

Dirinya juga merinci, bahwa kebutuhan BBM tertinggi umumnya terjadi pada tanggal 31 Desember yang mencapai 124,31 KL. Sementara itu rata-rata konsumsi harian berkisar antara 87 KL hingga 124 KL.

Langkah antisipasi pemerintah ini tentu patut diapresiasi, selain meramu kebijakan terkait dengan BBM, Pemerintah juga berani menjamin kelancaran distribusi BBM di seluruh wilayah di Indonesia.

Penulis adalah pemerhati sosial dan ekonomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed