Pelaksanaan PON Papua Berdampak Positif Bagi Masyarakat

Oleh: Zulkarnaen)*

Pemerintah terus mengakselerasi berbagai persiapan guna mendukung kelancaran Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Papua. Pelaksanaan PON di Papua diyakini berdampak positif bagi masyarakat karena mampu meningkatkan perekonomian masyarakat hingga mempromosikan budaya Papua ke berbagai wilayah.
Pekan Olahraga Nasional 2020 atau PON XX di Papua akan berlangsung pada 9-21 September 2020 mendatang. Berbagai persiapan dilakukan pemerintah dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan ajang olahraga tingkat nasional tersebut, antara lain dengan membangun infrastruktur megah dan sarana prasarana pendukungnya. Untuk diketahui, terdapat 5 titik kawasan yang bakal menjadi tempat pelaksanaan pertandingan, yakni kawasan Jayapura, Merauke, Jayawijaya, Mimika dan Kawasan Biak Numfor.
Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menerangkan bahwa penyelesaian sejumlah venue olahraga untuk mendukung penyelenggaraan PON XX di Papua telah mencapai progress 80 persen sehingga diyakini akan dapat diselesaikan tepat waktu.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi pernah menyebut bahwa kualitas Stadion Papua Bangkit yang dibangun sejak 2017 di Jayapura, sudah selesai 100 persen ,sangat berkualitas dan bisa disandingkan dengan Stadion Gelora Bung Karno yang berada di Jakarta. Venue PON Papua 2020 nantinya juga bakal memperkenalkan Istora Papua Bangkit yang lokasinya berada di sebelah Stadion Papua Bangkit, Selain itu, venue-venue PON Papua 2020 lainnya tak kalah megah, antara lain seperti Stadion Indoor Mimika Sports Complex, Stadion Timika dan Kawasan Olahraga Kampung Harapan.
Tentu saja pembangunan-pembangunan infrastruktur dasar lainnya turut mendukung pengembangan di bumi Cendrawasih ini, seperti pembangunan dan peningkatan jalan, jembatan, perumahan, jaringan air bersih, listrik dan telekomunikasi serta penataan ruang terbuka hijau.
Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga telah menyatakan siap melistriki penyelenggaraan PON XX Papua tahun ini. Tiga proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG), yakni PLTMG Jayapura Peaker 40 Mega Watt (MW), PLTMG Biak 15 MW dengan kapasitas 8,5 MW dan PLTMG Merauke 20 MW, telah berhasil meraih Sertifikat Layak Operasi (SLO) dan diyakini dapat meningkatkan rasio elektrifikasi di Papua serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Jayapura, Merauke, dan Biak, dimana proyek tersebut merupakan bagian dari program 35.000 MW pemerintah.
Cepatnya pembangunan infrastruktur juga dikarenakan dukungan dari pemerintah daerah yang luar biasa. Warga Papua sangat antusias dalam menyambut penyelenggaraan PON. Begitu banyak manfaat yang dibawa ajang olahraga nasional tersebut, seperti peningkatan kedatangan wisatawan yang bakal meningkatan aktifitas ekonomi di tempat mereka.
Gubernur Papua Lukas Enembe menyebut bahwa PON XX akan menjadi momentum dan kesempatan yang sangat baik untuk Papua memperoleh banyak keuntungan dari event olahraga tersebut. Menurutnya, PON XX merupakan momentum yang tepat dalam mempercepat pemerataan pembangunan Papua. PON XX memperkokoh NKRI dan diyakini makin memperkuat solidaritas sosial antaranak bangsa dari berbagai provinsi, maupun solidaritas sosial di internal penduduk Papua.
Penyelenggaraan ajang nasional dan upaya percepatan pembangunan di Tanah Papua, menjadi kebanggaan rakyat Papua dan bukti bahwa masyarakat Papua tidak dinomorduakan. Pemerintah sangat fokus dalam membangun tanah air secara merata dari Sabang sampai Merauke. Usaha tersebut tentu saja membutuhkan waktu dan tidak serta merta dapat direalisasikan sekaligus. Akan tetapi, secara perlahan-lahan, pembangunan di Papua dirasakan manfaatnya oleh rakyat, termasuk warga Papua dan Papua Barat.
Kata Lukas Enembe: “Bagi rakyat Papua, PON dimaknai secara khusus, yakni huruf P sebagai Pariwisata dengan Visit Papua Year 2018. Huruf O dimaknai Olah Raga menuju sukses Papua sebagai tuan rumah PON, dan huruf N adalah NKRI yang dimaknai sebagai aktualisasi potensi kepemudaan dalam memperkuat semangat nasionalisme Indonesia.()

)* Penulis adalah pemerhati sosial politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed