Drama UCL! Aturan Baru, Dendam Barca-Arsenal Terbalas?

Citra Dewi Laksmi
Drama UCL! Aturan Baru, Dendam Barca-Arsenal Terbalas?

Tangerangsatu Bola – Liga Champions musim 2025/26 akan menyajikan format baru yang menarik, terutama di fase gugur. Perubahan krusial terletak pada penentuan tuan rumah leg kedua, yang kini tak lagi sepenuhnya acak, melainkan berdasarkan performa di fase liga. Langkah ini kabarnya dipicu oleh keluhan dari dua raksasa Eropa, Barcelona dan Arsenal, yang merasa dirugikan dengan sistem sebelumnya.

Mulai musim 2025/26, 36 tim akan bersaing di fase liga untuk memperebutkan tiket ke babak gugur. Perbedaan signifikan muncul dalam penentuan tuan rumah leg kedua perempat final dan semifinal. Jika sebelumnya dilakukan melalui undian, kini klub yang finis di posisi 1 hingga 4 fase liga otomatis menjadi tuan rumah di leg kedua perempat final. Bahkan, tim peringkat 1 dan 2 berhak atas keunggulan kandang di leg kedua semifinal, asalkan mereka berhasil melaju.

Drama UCL! Aturan Baru, Dendam Barca-Arsenal Terbalas?
Gambar Istimewa : gilabola.com

Namun, ada pengecualian menarik. Jika tim unggulan (peringkat 1-4) tersingkir, tim yang mengalahkannya otomatis mewarisi hak menjadi tuan rumah leg kedua di babak selanjutnya. Bayangkan, Paris Saint-Germain yang musim lalu finis di posisi ke-15 fase liga, mampu menyingkirkan Liverpool yang berada di puncak klasemen pada babak 16 besar. Jika aturan baru ini berlaku saat itu, PSG akan mendapat keuntungan besar dengan menjadi tuan rumah di leg kedua perempat final dan semifinal.

UEFA menegaskan dalam regulasinya, "Tim unggulan, yaitu peringkat 1-4 setelah fase liga, bermain leg kedua di kandang pada perempat final, dan tim peringkat 1-2 juga bermain leg kedua semifinal di kandang. Jika tim unggulan kalah di suatu babak, tim yang menyingkirkannya mengambil posisi unggulan tersebut dalam jalur bagan."

Perubahan ini tak lepas dari protes Barcelona dan Arsenal terhadap format musim lalu. Arsenal merasa dirugikan ketika harus bermain di kandang Paris Saint-Germain pada leg kedua semifinal, meskipun finis 12 posisi lebih tinggi di fase liga. The Gunners merasa performa apik mereka di fase liga seharusnya memberikan keuntungan di fase gugur.

Barcelona juga mengalami nasib serupa. Mereka harus menjalani leg kedua di kandang lawan pada perempat final dan semifinal. Blaugrana nyaris kehilangan keunggulan 4-0 atas Borussia Dortmund saat bertandang ke Signal Iduna Park, dan akhirnya tersingkir oleh Inter Milan di San Siro pada semifinal.

Editor: Diana 14

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *