Tangerangsatu Bola – Julian Nagelsmann benar-benar meradang usai menyaksikan timnas Jerman dipermalukan Slovakia dengan skor 2-0 dalam laga pembuka Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertandingan di Bratislava itu menjadi mimpi buruk bagi Der Panzer.
Meski mendominasi penguasaan bola, Jerman tampak mandul di lini depan dan keropos di pertahanan. Slovakia dengan cerdik memanfaatkan kelemahan tersebut. David Hancko membuka skor jelang turun minum, disusul gol indah David Strelec pada menit ke-55 yang semakin memperdalam luka Jerman.

Frustrasi terlihat jelas di wajah para pemain Jerman seiring berjalannya waktu. Gestur putus asa, ekspresi kecewa, dan rasa tak berdaya mewarnai setiap kesalahan umpan, hingga kekalahan tak terhindarkan.
Usai laga, Nagelsmann tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa skuad yang diturunkan adalah yang terbaik yang dimiliki Jerman, meski beberapa pemain absen karena cedera. Namun, menurutnya, kualitas saja tak cukup tanpa sikap dan semangat juang.
"Selain 2-3 pemain yang cedera, ini adalah pemain-pemain berkualitas terbaik di Jerman. Tapi mungkin lain kali saya harus memanggil pemain yang kualitasnya lebih rendah tapi mau memberikan segalanya di lapangan. Saya percaya pada pemain saya, tapi hanya sekadar lebih bagus dari lawan tidak ada artinya kalau tidak menunjukkan kemauan dan hasrat," tegas mantan pelatih Bayern Munich, RB Leipzig, dan Hoffenheim itu.
Nagelsmann bahkan menyinggung laga DFB-Pokal antara Bayern melawan Wehen Wiesbaden yang berakhir 3-2. Ia menyindir bagaimana tim kecil bisa hampir menahan imbang Bayern bukan karena kualitas, melainkan karena emosi dan keinginan kuat untuk berjuang.
"Kenapa Wiesbaden hampir bisa seri 2-2 dengan Bayern? Itu bukan karena mereka lebih baik, tapi karena mereka menunjukkan emosi dan keinginan," kata Nagelsmann.
Kekalahan ini menempatkan Jerman dalam posisi sulit. Mereka wajib menang saat menjamu Irlandia Utara di Köln pada laga berikutnya. Irlandia Utara sendiri membuka kualifikasi dengan kemenangan 3-1 atas Luksemburg. Jika Jerman kembali terpeleset, situasi bisa menjadi sangat genting.
Editor: Diana 14

