Tangerangsatu Bola – Pertandingan persahabatan antara Tim Nasional Sepak Bola Amerika Serikat (USMNT) melawan Paraguay di Chester, Pennsylvania, diwarnai kericuhan yang melibatkan pemain dari kedua tim, bahkan hingga menjatuhkan pelatih USMNT, Mauricio Pochettino. Insiden bermula dari perebutan bola antara Alex Freeman (USMNT) dan Gustavo Gómez (Paraguay) di menit-menit akhir pertandingan, setelah bola keluar lapangan.
Awalnya, hanya Freeman dan Gómez yang terlibat adu fisik, namun situasi dengan cepat memanas dan memicu pemain dari kedua tim untuk terlibat dalam perkelahian massal. Beberapa pukulan terlihat dilayangkan di tengah kerumunan. Bahkan, seorang pemain Paraguay terlihat didorong oleh Freeman ke luar arena utama perkelahian. Situasi semakin panas ketika sebuah botol dilemparkan ke arah lapangan dari tribun penonton.

Matt Freese, penjaga gawang USMNT, mengungkapkan kebanggaannya melihat rekan-rekan setimnya saling membela. Namun, ia menyayangkan beberapa tindakan "murahan" yang dilakukan oleh pemain Paraguay. "Ada beberapa tindakan provokatif dari pihak mereka," ujarnya. "Tetapi, inilah arti sebuah tim, kami akan saling mendukung, baik di awal, tengah, maupun akhir pertandingan, bahkan di pinggir lapangan sekalipun."
Pelatih Pochettino mengaku terkejut dengan pecahnya kericuhan. Ia mengatakan sedang melihat ke arah lain ketika insiden itu terjadi. Saat mencoba melerai, ia justru terjatuh. "Untungnya, pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, melihat saya dan membantu saya bersama beberapa staf," ungkapnya.
Akibat kericuhan ini, enam kartu kuning dikeluarkan dan Omar Alderete (Paraguay) menerima kartu merah. Pochettino sendiri menyebut insiden ini sebagai "situasi yang sangat berbahaya" dan menegaskan ketidaksukaannya terhadap kejadian semacam itu.
Editor: Diana 14

