Tangerangsatu Bola – Pascal Jansen, pelatih New York City FC (NYCFC), mengakui tantangan besar timnya di hadapan Inter Miami, Sabtu ini: Lionel Messi. "Messi itu liga sendiri, jelas," ujarnya, menggambarkan betapa krusialnya peran sang megabintang.
Performa Messi di postseason ini memang luar biasa. Ia membawa Inter Miami melaju kencang, menyingkirkan Chicago Fire dan Cincinnati FC (4-0) untuk mencapai Final Wilayah Timur. Kontribusi Messi sangat signifikan, dengan enam gol dan enam assist dalam empat pertandingan postseason. Secara keseluruhan, ia terlibat dalam 71 gol Inter Miami di musim 2025 (reguler dan playoff).

Taktik Inter Miami yang menempatkan Messi sebagai false nine terbukti efektif. Posisi ini memberikan Messi kebebasan lebih di lapangan, membuatnya semakin berbahaya di antara Tadeo Allende dan Mateo Silvetti. Kebebasan ini juga berdampak positif pada performa Silvetti dan Allende.
Kevin O’Toole dari NYCFC menyadari betul ancaman Messi. "Ini butuh kerja tim penuh untuk menghentikan Messi," katanya. "Intensitas di lini tengah, menutup ruang, dan memastikan dia tidak punya banyak waktu untuk melihat ke depan dan mengirim umpan atau berlari ke arah kami. Ini upaya kolektif, menutup area di mana dia muncul, dan berusaha semaksimal mungkin membatasinya, karena dia pasti akan punya momen-momennya. Itu tak terhindarkan."
Namun, kekuatan Inter Miami tidak hanya bergantung pada Messi. Silvetti tampil apik dengan satu gol dan satu assist sejak dipercaya Javier Mascherano menggantikan Luis Suárez. Allende juga mencetak dua gol dalam dua laga terakhir. Jansen mengakui bahwa Inter Miami memiliki banyak pemain hebat. "Banyak orang mengira ini Messi melawan tim lain, tapi bukan itu masalahnya. Mereka punya pemain hebat, siapa pun yang mereka mainkan di starting eleven," ujarnya.
NYCFC, yang kalah 4-0 dari Miami pada pertemuan terakhir di bulan September, datang sebagai underdog. Absennya pencetak gol terbanyak Alonso Martinez dan gelandang Andrés Perea semakin memperkuat narasi tersebut. Namun, Tayvon Grey menolak anggapan tersebut. "Saya tidak melihat kami sebagai underdog. Saya tidak tahu siapa yang berpikir begitu, tapi bukan saya atau kami di sini," katanya. "Saya pikir kedua tim punya peluang. Semuanya masih mungkin."
Perjalanan NYCFC di playoff ini cukup mengejutkan. Mereka tampil solid di laga tandang, hanya kalah sekali dari sembilan pertandingan terakhir di luar kandang. Bahkan, NYCFC menjadi satu-satunya tim di postseason yang mampu meraih tiga kemenangan tandang.
Mascherano mewaspadai kesuksesan NYCFC. "Kita harus mengerti bahwa meskipun kita mendapatkan keuntungan bermain di kandang, pertandingan Sabtu akan sangat sulit," katanya. "Mentalitas dan visi kita di pertandingan berikutnya adalah kita harus menyerang sejak menit awal, seperti yang kita lakukan melawan Nashville dan Cincinnati."
Editor: Diana 14







