Tangerangsatu Bola – New York City FC (NYCFC) harus mengakui keunggulan Inter Miami, bukan hanya karena Lionel Messi seorang. Buktinya, mereka dibantai 5-1 di final Wilayah Timur, mengakhiri harapan melaju ke babak selanjutnya. Tiga gol dari Tadeo Allende dan satu dari Mateo Silvetti memastikan mimpi NYCFC terkubur di Florida Selatan.
Pelatih kepala Pascal Jansen mengakui kekalahan telak ini sebagai pelajaran berharga. "Kami harus belajar lebih banyak. Kekalahan ini menunjukkan bahwa kami masih naif," ujarnya. Jansen menambahkan, meski tanpa tiga pemain kunci, timnya seharusnya bisa tampil lebih baik.

NYCFC merasakan betul absennya pencetak gol terbanyak, Alonso Martínez. Mereka hanya mampu mencetak satu gol melalui Justin Haak. Kiper Matt Freese pun kebobolan lebih dari satu gol untuk pertama kalinya sejak akhir musim reguler.
Thiago Martins mengakui keunggulan Inter Miami. "Mereka tim berkualitas, tapi kami harus lebih siap. Kebobolan lima gol tidak normal bagi kami," katanya.
Meski demikian, musim ini menjadi pengalaman berharga bagi NYCFC yang diperkuat banyak pemain muda. Mereka punya banyak hal untuk dipelajari dan diperbaiki.
Di babak kedua, saat tertinggal 2-1, NYCFC sempat memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang baik membuat peluang itu terbuang percuma. Justru Inter Miami yang semakin menggila dengan mencetak tiga gol tambahan.
Jansen mengakui timnya kurang siap menghadapi tekanan. "Cara kami kebobolan sangat berbeda dari biasanya. Mungkin karena tekanan, tapi kami harus belajar dari pengalaman ini," ujarnya.
Inter Miami membuka skor di menit ke-14 melalui Tadeo Allende. Pemain ini kembali mencetak gol di menit ke-23 melalui sundulan. Justin Haak sempat memperkecil ketertinggalan di menit ke-37, namun itu tidak cukup untuk membendung laju Inter Miami.
Editor: Diana 14







