Tangerangsatu Bola – Manchester United tengah menjadi sorotan tajam. Performa inkonsisten di awal musim ini menuai kritik pedas dari legenda klub, Paul Scholes dan Wayne Rooney. Scholes menyoroti kebijakan transfer yang dianggap kurang tepat sasaran, sementara Rooney menilai tim justru mengalami kemunduran di bawah arahan Ruben Amorim.
Scholes mengkritik fokus transfer MU yang terlalu terpaku pada lini depan. Menurutnya, kelemahan utama justru terletak pada lini tengah dan penjaga gawang. Ia menyayangkan kegagalan merekrut gelandang dinamis dan kiper berkualitas seperti Gianluigi Donnarumma. Investasi besar untuk Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko belum memberikan dampak signifikan.

Rooney menambahkan nada pesimis. Ia menilai tidak ada perbaikan yang terlihat dalam permainan tim. Bahkan, ia berpendapat kondisi MU saat ini lebih buruk dibandingkan saat Erik ten Hag masih menjabat. Rooney menyoroti kekecewaan mendalam para suporter yang terlihat dari aksi meninggalkan stadion lebih awal saat derby melawan Manchester City.
Meskipun manajemen klub masih memberikan dukungan penuh kepada Amorim dan menekankan pentingnya proyek jangka panjang, tekanan terus meningkat. MU baru mengumpulkan empat poin dari empat pertandingan Premier League, catatan terburuk sejak musim 1992-1993. Musim lalu, mereka finis di peringkat ke-15 dengan 42 poin, hasil terburuk sejak 1989-1990. Apakah Amorim mampu membalikkan keadaan? Waktu yang akan menjawab.
Editor: Diana 14

