Tangerangsatu Bola – Manchester United kembali mengecewakan. Setelah sempat menunjukkan harapan usai melawan Arsenal, Setan Merah justru tampil melempem saat ditahan imbang Fulham di Craven Cottage. Sorotan tajam tertuju pada kapten tim, Bruno Fernandes, bukan hanya karena kegagalan penalti, tetapi juga kelalaiannya dalam bertahan yang berujung pada gol penyeimbang Fulham.
Sempat unggul, United kembali menunjukkan wajah lama: tanpa kohesi, ide, dan semangat juang. Fulham dengan cerdik memanfaatkan celah tersebut dan sukses mencuri poin. Meski beberapa pemain Fulham tampil menonjol, secara keseluruhan, performa United jauh dari memuaskan.

Kini, Erik ten Hag harus segera membenahi timnya jelang laga kontra Grimsby dan Burnley. Namun, kemenangan di dua laga tersebut tak akan berarti banyak jika United tak mampu menunjukkan performa solid saat menghadapi tim-tim besar seperti Manchester City atau Chelsea bulan depan.
Kiper pelapis, Altay Bayindir, kembali dipercaya sebagai starter. Meski melakukan beberapa penyelamatan, ia terlihat kurang meyakinkan dalam situasi bola mati. Kelemahan fisiknya menjadi masalah yang terus berulang.
Bruno Fernandes menjadi sorotan utama. Kegagalan penalti memang mengecewakan, namun kelalaiannya mengawal Emile Smith-Rowe pada gol penyeimbang Fulham jauh lebih fatal. Berawal dari kesalahan Diogo Dalot, lini belakang United sebenarnya masih punya waktu untuk mengantisipasi. Namun, Fernandes justru membiarkan Smith-Rowe tanpa pengawalan. Saat Alex Iwobi mengirim umpan silang, Fernandes hanya berdiri di tepi kotak penalti, sementara Smith-Rowe dengan mudah mencetak gol.
Ironisnya, meski telah menghabiskan banyak uang untuk memperkuat lini serang, United justru mengandalkan Harry Maguire di menit-menit akhir untuk mencari gol melalui sundulan. Usaha tersebut nyaris membuahkan hasil, namun kegagalan itu justru semakin menegaskan masalah lama: kurangnya ancaman nyata dari lini depan.
Editor: Diana 14

