Tangerangsatu Bola – Kekalahan Manchester United 0-1 dari Arsenal menyisakan pekerjaan rumah besar, terutama di sektor penjaga gawang. Gol tunggal Riccardo Calafiori, buah dari sepak pojok Declan Rice yang gagal diantisipasi Altay Bayindir, memicu perdebatan sengit. Roy Keane menilai Bayindir kurang kuat dalam duel udara, sementara Gary Neville melontarkan kritik pedas.
Neville menegaskan, masalah kiper MU tak bisa lagi diabaikan. Ia mendesak klub mendatangkan kiper nomor satu yang dominan, terutama dalam mengamankan area kotak penalti. Kiper ideal, menurutnya, harus percaya diri, berani keluar dari sarang, meninju bola saat diperlukan, dan mampu menyelamatkan poin ketika lini belakang melakukan kesalahan.

Dua nama pun mencuat sebagai solusi: Gianluigi Donnarumma dan Emiliano Martinez. Neville mengakui, keduanya mungkin bukan yang terbaik dalam statistik murni, tetapi memiliki karakter kuat yang krusial bagi tim sebesar Manchester United.
Donnarumma, dengan pengalamannya di laga-laga penting bersama Paris Saint-Germain dan keberaniannya menahan penalti di final Euro, membuktikan mentalitasnya. Sementara Martinez, tampil gemilang di final Piala Dunia dan menjadi pahlawan Argentina, menunjukkan kemampuannya di bawah tekanan ekstrem. Keduanya, kata Neville, memiliki aura kepercayaan diri yang menular.
Kekalahan dari Arsenal, meski MU tampil lebih baik secara keseluruhan, menegaskan bahwa dominasi tanpa penyelesaian akhir yang efektif tak berarti apa-apa. Kondisi Andre Onana yang baru pulih dari cedera pramusim dan Bayindir yang masih terlihat rapuh, membuat desakan untuk mendatangkan kiper berpengalaman semakin kuat.
Manchester United memang aktif di bursa transfer, tetapi jika kelemahan di pos penjaga gawang tak segera diatasi, mereka bisa terus kesulitan menghadapi lawan-lawan besar.
Editor: Diana 14







