Tangerangsatu Bola – Manajer Manchester United, Ruben Amorim, melihat kepergian Andre Onana sebagai langkah krusial untuk merestorasi atmosfer positif di ruang ganti. Kiper asal Kamerun itu resmi dipinjamkan ke Trabzonspor, klub asal Turki, selama satu musim penuh. Sumber internal klub menyebutkan, hubungan Onana dan Amorim memang sudah tak harmonis dalam beberapa waktu terakhir.
Onana dinilai kurang memiliki semangat kebersamaan, terkesan hanya menjalankan tugas tanpa antusiasme sebagai bagian dari tim. Cedera hamstring yang didapatkannya di awal pramusim, setelah sempat bermain di lapangan tanah di Kamerun pada Juni lalu, semakin memperburuk situasi.

Selain Onana, sejumlah pemain besar lain seperti Marcus Rashford, Jadon Sancho, Alejandro Garnacho, dan Antony juga dilepas. Tyrell Malacia pun segera menyusul ke Eyupspor dengan status pinjaman. Amorim meyakini, "cuci gudang" ini penting untuk menyongsong masa depan Manchester United dengan energi baru, terutama jelang laga kontra Manchester City di Premier League.
Performa inkonsisten Onana dan kedatangan kiper muda Belgia, Senne Lammens, semakin mempercepat keputusannya. Lammens didatangkan dengan nilai transfer Rp 404 Miliar di hari terakhir bursa transfer. Kini, Amorim dihadapkan pada dilema: memberikan debut untuk Lammens di derbi Manchester atau tetap mempercayakan gawang pada Altay Bayindir.
Performa Onana bersama timnas Kamerun pun tak luput dari kritik. Ia dianggap bertanggung jawab atas gol tunggal Tanjung Verde dalam kualifikasi Piala Dunia, yang membuat Kamerun tertinggal empat poin dan terancam gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Dengan kepergian Onana, Amorim kini hanya memiliki tiga opsi di posisi penjaga gawang: Lammens, Bayindir, dan Tom Heaton yang sudah berusia 39 tahun. Meski pilihan terbatas, Amorim yakin keputusannya membersihkan skuad dari pemain-pemain yang dinilai membawa pengaruh negatif akan berdampak positif.
Manchester United kini fokus menghadapi jadwal padat, dimulai dengan derbi Manchester akhir pekan ini. Laga ini akan menjadi ujian pertama bagi proyek baru Amorim setelah melakukan perombakan besar dalam skuadnya.
Editor: Diana 14

