Tangerangsatu Bola – Manchester United akhirnya merasakan manisnya kemenangan perdana di Liga Inggris musim ini usai menaklukkan Burnley. Gol penalti Bruno Fernandes menjadi penentu, namun kemenangan ini justru menyoroti masalah pelik yang seolah tak tersentuh, bahkan oleh pelatih sekaliber Ruben Amorim: lini belakang yang keropos, terutama posisi kiper.
Kemenangan atas Burnley terasa melegakan. Amorim hanya butuh kemenangan, dan itu diraih dengan dramatis. Fernandes, yang sempat jadi sorotan karena gagal penalti, kini menjadi pahlawan. Meski performa tim belum meyakinkan, kemenangan ini memberi Amorim ruang untuk bernapas dan membangun tim selama jeda internasional. Namun, ujian berat menanti: derby Manchester dan laga kandang kontra Chelsea.

Salah satu masalah krusial adalah sektor bek sayap. Patrick Dorgu, yang bersinar di pramusim, justru meredup saat kompetisi dimulai. Minimnya opsi membuat Diogo Dalot terpaksa bermain di posisi bek sayap kiri, bukan posisi idealnya. Kelemahan ini menjadi masalah yang terus menghantui Amorim, mengingat taktiknya sangat bergantung pada peran wing-back.
Kabar buruk lainnya datang dari lini depan. Matheus Cunha, salah satu pemain paling menonjol musim ini, harus ditarik keluar akibat cedera. Amorim mengaku khawatir, mengingat Cunha adalah pemain kunci untuk menjaga daya saing tim. Cedera ini menunda harapan Cunha untuk mencetak gol pertamanya bagi United.
Namun, masalah terbesar yang tak bisa diatasi Amorim adalah posisi penjaga gawang. Altay Bayindir, yang kembali dipercaya sebagai starter, tampil kurang meyakinkan. Meski tidak terlalu sering diuji, Bayindir gagal menunjukkan ketenangan. Gol kedua Burnley menjadi bukti kesalahan fatalnya. Dengan sisa waktu bursa transfer yang singkat, United tampak kekurangan kiper yang benar-benar bisa diandalkan. Selama masalah ini belum teratasi, United akan terus kebobolan gol-gol murah yang merusak progres tim. Siapapun pelatihnya, hasilnya akan sama tanpa penjaga gawang berkualitas.
Di tengah badai masalah, ada secercah harapan: performa Casemiro. Sempat dianggap surplus, kini Casemiro menjadi andalan Amorim. Saat melawan Burnley, gelandang veteran asal Brasil itu tampil solid dan menjadi motor penggerak lini tengah. Penampilannya menurun setelah digantikan, menunjukkan betapa vital perannya saat ini. Amorim kini punya pondasi jelas untuk membangun tim: menjadikan Casemiro sebagai jantung lini tengah. tangerangsatu.co.id
Editor: Diana 14

