Tangerangsatu Bola – Bursa transfer pemain memang selalu panas, tapi isu kepemilikan Manchester United (MU) tak kalah menarik. Munculnya klausul "drag-along right" dalam perjanjian saham sejak Agustus 2025 memicu spekulasi penjualan penuh klub. Namun, nama Sheikh Jassim bin Hamad Al Thani, yang dulu getol ingin membeli MU, kini benar-benar tak berminat lagi.
Klausul ini memberi hak mayoritas pemilik (keluarga Glazer) untuk menjual seluruh klub, memaksa pemilik minoritas (Sir Jim Ratcliffe) ikut melepas saham. Tujuannya, agar penjualan tak terhambat. Meski klausul ini aktif, sumber terpercaya menyebut penjualan penuh masih jauh dari kenyataan, mengingat hubungan baik antara Ratcliffe dan Glazer.

Publik tentu ingat Sheikh Jassim, pesaing terkuat dalam lelang sebelumnya, bahkan sosok yang paling diinginkan fans MU. Sayangnya, kini pihak Sheikh Jassim menegaskan tak tertarik kembali bernegosiasi. Fokusnya kini pada proyek olahraga global, termasuk ambisi Qatar menjadi tuan rumah Olimpiade 2036.
Sheikh Jassim, melalui Nine Two Foundation (terinspirasi dari "Class of ’92" MU), mengajukan penawaran pada Februari 2023. Visinya: membawa MU kembali ke puncak tanpa utang, investasi besar di Old Trafford, pusat latihan, akademi, dan komunitas lokal.
Lima kali penawaran diajukan, terakhir sekitar Rp 105 Triliun, plus dana besar untuk infrastruktur dan pemain. Namun, Glazer bersikeras di harga Rp 131 Triliun. Perbedaan harga inilah yang menggagalkan kesepakatan, hingga Sheikh Jassim mundur pada Oktober 2023.
Mundurnya Sheikh Jassim membuka jalan bagi Ratcliffe, yang berhasil mengamankan 25 persen saham, meski Glazer tetap memegang kendali. Pasca penarikan diri, harga saham MU sempat anjlok, dan tim Sheikh Jassim mengirim peringatan hukum setelah Ratcliffe dianggap melontarkan komentar merugikan.
Sheikh Jassim, lahir pada 1978, adalah putra ketiga mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Ia menempuh pendidikan di Inggris, lalu masuk Royal Military Academy Sandhurst. Kariernya di sektor finansial cukup panjang, memimpin Qatar Islamic Bank sejak 2005, serta menjabat posisi penting di berbagai perusahaan.
Kini, fokusnya beralih ke proyek strategis besar. Qatar tengah menyiapkan diri untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2036, ambisi yang dianggap lebih sejalan dengan prioritas negaranya ketimbang memiliki klub sepak bola Eropa.
Meski klausul baru membuka peluang penjualan penuh MU, Sheikh Jassim sudah menutup pintu. Dengan fokus yang beralih ke panggung olahraga global, usahanya di sepak bola Inggris berakhir tanpa pernah benar-benar dimulai.
Editor: Diana 14







