Tangerangsatu Bola – Erik Ten Hag, yang baru saja memulai petualangannya di Bayer Leverkusen, kini dikabarkan berada di ujung tanduk pemecatan. Hanya tiga pertandingan berjalan, posisinya sebagai pelatih kepala sudah digoyang akibat performa tim yang mengecewakan, termasuk hasil imbang memalukan melawan Werder Bremen.
Ten Hag, yang ditunjuk menggantikan Xabi Alonso pada 1 Juli lalu, menghadapi tantangan berat di awal musim Bundesliga. Leverkusen, yang musim lalu tampil gemilang dengan menempati posisi kedua tanpa terkalahkan, harus kehilangan sejumlah pemain kunci. Lukas Hradecky, Jonathan Tah, Jeremie Frimpong, Granit Xhaka, dan Florian Wirtz telah meninggalkan klub, sementara Piero Hincapié dikabarkan akan segera bergabung dengan Arsenal.

Situasi diperburuk dengan hasil pramusim yang kurang memuaskan, termasuk kekalahan telak 1-5 dari tim U20 Flamengo. Meskipun berhasil melaju ke babak kedua DFB Pokal, performa di Bundesliga jauh dari harapan. Kekalahan 1-2 dari Hoffenheim dan hasil imbang 3-3 melawan Werder Bremen, setelah unggul 3-1 dengan 10 pemain, memicu spekulasi mengenai masa depan Ten Hag di klub.
Media Jerman, Kicker, menyoroti sikap manajemen Leverkusen yang terkesan enggan memberikan dukungan publik kepada Ten Hag setelah pertandingan melawan Bremen. Hal ini dianggap sebagai sinyal bahwa pemecatan sang pelatih hanya tinggal menunggu waktu. Sky Germany juga melaporkan bahwa posisi Ten Hag memang sedang genting, meskipun keputusan akhir belum diambil.
Ten Hag sendiri mengakui bahwa timnya kehilangan arah. "Kami tidak lagi berfungsi sebagai tim," ujarnya. Senada dengan itu, kapten tim, Robert Andrich, menekankan pentingnya bermain sebagai tim jika ingin meraih kemenangan.
Awal yang buruk ini mengingatkan pada masa awal Ten Hag di Manchester United, di mana ia juga mengalami kekalahan di dua pertandingan pertamanya. Namun, saat itu ia berhasil bangkit dan membawa United meraih gelar EFL Cup serta finis di posisi ketiga Premier League.
Kini, pertanyaan besar adalah apakah Ten Hag mampu membalikkan keadaan di Jerman, ataukah karirnya di Leverkusen akan berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Editor: Diana 14

