Beranda Opini Relaksasi Kegiatan Masyarakat Harus Dengan Prokes Ketat

Relaksasi Kegiatan Masyarakat Harus Dengan Prokes Ketat

44
0

Oleh: Putu Prawira )*

Relaksasi kegiatan masyarakat seiring tren positif penanganan Covid-19 harus disertai dengan prokes ketat. Jangan pernah mengabaikan Prokes karena pandemi belum berakhir.

Pada awal masa pandemi, kita semua diwajibkan untuk stay at home untuk menghindari penularan corona. Tetapi pada saat fase adaptasi kebiasaan baru, masyarakat boleh beraktivitas kembali. Tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat, terutama memakai masker untuk proteksi dari droplet pembawa virus.

Akan tetapi kita tidak bisa berdiam diri di rumah saja, apalagi masih banyak masyarakat yang mengais rupiah di jalanan. Sehingga pada masa adaptasi kebiasaan baru, hingga kini, diperbolehkan untuk bermobilitas. Tentu dengan syarat mematuhi protokol kesehatan (prokes) 10M yang ketat. Protokol kesehatan menjadi syarat wajib agar tidak tertular corona.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyatakan bahwa aktivitas dan kegiatan sosial ekonomi mulai dibuka, dan diikuti oleh peningkatan mobilitas masyarakat. Vaksinasi tetap dibutuhkan sebagai proteksi tubuh.

Johny menambahkan, dalam upaya hidup sehat berdampingan dengan covid maka pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tetap memakai masker dan menaati protokol kesehatan 10M. Penyebabnya karena mobilitas masyarakat makin tinggi dan kembali beraktivitas di ruang publik.

Aktivitas di masyarakat memang mulai berangsur normal karena di masa pandemi, banyak yang harus berjuang lebih keras demi sesuap nasi. Tentunya bidang ekonomi tidak bisa dibenturkan dengan kesehatan, karena jika paranoid dan takut kena corona, lalu mengurung diri di rumah, akan sangat sulit jika terbiasa bekerja di jalanan atau pabrik. Solusinya adalah tetap keluar rumah untuk mencari rezeki dengan prokes ketat.

Prokes wajib dilakukan walau sudah vaksin, karena vaksin itu untuk meningkatkan kekebalan tubuh, sementara prokes untuk proteksi. Jangan malah euforia pasca vaksin dengan melepas masker, karena justru sekarang saatnya untuk mengenakan masker double. Penyebabnya karena corona varian delta bisa menyebar hanya dengan berpapasan dengan OTG, sehingga double masker wajib untuk filtrasi.

Ingat juga untuk membawa masker cadangan karena sehelai masker hanya efektif dipakai selama 4 jam. Jadi, bawa minimal 4 helai, dan ketika bersin atau batuk, segera ganti masker. Jangan memakai masker sekali pakai selama berhari-hari karena sudah tidak efektif lagi, dan gunting atau robek sebelum dibuang, agar tidak didaur ulang oleh oknum nakal.

Prokes 10M jangan ditanggalkan sedikitpun, apalagi jika Anda bekerja di lapangan. Selain disiplin pakai masker, selalu ingat untuk cuci tangan atau memakai hand sanitizer. Bawa juga sebotol cairan disinfektan dan semprotkan di meja kantor dan kubikel.

Untuk alasan keamanan, maka bawa bekal saat ngantor lagi, karena takut terjadi kerumunan di kantin atau warung. Namun ketika Anda kesiangan dan tidak sempat bawa bekal, maka belilah makanan dari luar tetapi cari yang tempatnya sepi, dan pakai alat makan sendiri agar lebih aman.

Ketika pulang maka harus langsung cuci tangan dengan sabun antiseptik, dilanjutkan dengan mandi, keramas, dan ganti baju. Jika perlu baju , celana, dan masker yang tadi dikenakan dicuci dengan air panas, lantas ketika sudah diseterika disemprot disinfektan. Jaga pula kebersihan lingkungan agar benar-benar bebas corona, sehingga perekonomian keluarga tetap terjaga, karena Anda bisa bekerja seperti biasanya.

Semua poin dalam protokol kesehatan tidak memberatkan sama sekali dan kita sudah terbiasa melakukannya. Prokes 10M wajib dilakukan agar perekonomian keluarga tetap terjaga. Selain itu, kegiatan sosial ekonomi negara juga bisa tetap berlangsung, karena rakyatnya sehat, bebas corona, dan bekerja dengan semangat.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here